Viral di TikTok, Dugaan Keracunan MBG di MI Al-Islah Gumukmas Jember: Siswa Alami Mual dan Pusing

Jember, Jempolindo.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Jember. Laporan menyebut sejumlah siswa MI Al-Islah Jati Agung, Kecamatan Gumukmas, mengalami gejala diduga keracunan setelah menyantap menu MBG pada Selasa (22/9/2026).
Informasi ini beredar di media sosial TikTok. Akun @jemberpedia mengunggah salah satu video, dan akun TikTok lain mengunggah video serupa.
Dua video itu menjadi sumber awal informasi sejumlah siswa MI Al-Islah disebut mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program MBG.
“MBG Jatiagung, keracunan, opo layak MBG koyok ngene Iki,” suara pria, yang sepertinya pengunggah vidio itu.
Vidio lainnya terdengar suara perempuan, yang mengatakan bahwa anak anak yang diduga keracunan MBG, mengalami demam.
Laporan menyebut para siswa mengeluh mual, pusing, atau lemas. Pihak sekolah dan warga kemudian membawa siswa yang mengalami keluhan tersebut ke Puskesmas Gumukmas untuk mendapat penanganan darurat.
Peristiwa ini menambah daftar evaluasi publik terhadap keamanan, kebersihan, dan rantai distribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program MBG di daerah.
Namun, hingga berita ini ditulis, penyebab keluhan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan. Belum ada hasil pemeriksaan resmi yang menyatakan kondisi para siswa disebabkan oleh makanan MBG.
Karena itu, media masih perlu mengonfirmasi informasi dugaan keracunan itu kepada pihak sekolah, Puskesmas Gumukmas, Dinas Kesehatan Jember, maupun pihak yang bertanggung jawab terhadap penyediaan MBG.
Pengawasan MBG Dipertanyakan
Munculnya dugaan tersebut kembali menyoroti pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Program yang menyasar anak-anak sekolah tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi. Pemerintah dan penyelenggara harus memastikan keamanan makanan sejak bahan baku dipilih, makanan diolah, dikemas, disimpan, didistribusikan, hingga dikonsumsi siswa.
Jika hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya hubungan antara makanan MBG dan keluhan kesehatan siswa, persoalannya tidak berhenti pada penanganan siswa yang terdampak.
Proses pengawasan terhadap seluruh rantai penyediaan makanan juga perlu ditelusuri, mulai dari bahan makanan, proses memasak, kebersihan dapur, penyimpanan, distribusi, hingga makanan diterima di sekolah.
Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menyatakan keluhan tersebut tidak berkaitan dengan makanan MBG, pihak berwenang perlu meluruskan informasi yang beredar di media sosial agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Bukan Sekadar Makanan Sampai ke Sekolah
Program MBG bertujuan memberikan asupan makanan bergizi kepada peserta didik. Karena itu, keberhasilan program tidak cukup diukur dari makanan yang sampai ke sekolah. Makanan harus bergizi sekaligus aman dikonsumsi.
Dugaan kejadian di MI Al-Islah Gumukmas ini membutuhkan penjelasan dari pihak berwenang.
- Berapa siswa yang mengalami keluhan?
- Apa gejalanya?
- Kapan makanan dikonsumsi?
- Dari SPPG mana makanan tersebut berasal?
- Apakah sampel makanan telah diamankan dan diperiksa?
Jawaban atas pertanyaan tersebut penting untuk memastikan apakah kejadian ini benar berkaitan dengan MBG atau terdapat penyebab lain. (#)







Tinggalkan Balasan